Kepala MTsN 1 Kota Makassar

Dr. Hj. Nuraedah, S. Ag., M. Pd

Art Theraphy Counseling

Foto di ruangan, siswa bersama Guru BK setelah melaksanakan art theraphy conseling

Pelaksanaan Kegiatan Supervisi

Pemeriksaan kelengkapan perangkat administrasi dan data-data BK

Proses Pelaksanaan Konseling

Layanan konseling kelompok untuk pemecahan masalah; Guru Bk bersama siswa "Tudang sipulung"

Guru BK MTsN 1 Kota Makassar

Foto Bersama

Senin, 11 November 2019

Guru BK MTsN 1 Makassar














Hj.Nurhana, S.Pd,M.Pd
Wakamad Humas dan Guru BK 
Kelas IX



Dewi Hidayati, S.Pd, M.Pd
Koordinator BK dan Guru BK 
Kelas IX Sains, IX Tahfidz, IX Skill, IX Bilingual, IX Informatika, IX 1, IX 2



Asnenda, S.Pd, M.Pd
Guru BK
Kelas VIII Tahfidz 1, VIII Tahfidz 2, VIII Sains 1, VIII Sains 2, VIII Informatika, VIII 1 , VIII 2



Ahmad Jadulhaq Halim, S.Sos, M.Pd
Guru BK  & Pengelola Website Madrasah
Kelas VII Sains, VII Informatika, VII Tahfidz, VII 1, VII 2, VII 3 



Ida Septarina, S.Psi
Guru BK 
Kelas VII 4, VII 5, VII 6, VII 7, VII 8, VIII 6, VIII Bilingual



Nurul Anisah, S.Pd
Guru BK 
Kelas VII

Minggu, 03 November 2019

Foto-foto Kegiatan BK


Koordinasi dengan orangtua siswa




Konseling kelompok di taman baca (outdoor)


Konseling kelompok di ruang BK




Menghadiri acara nikahan teman guru





Menyambut tamu 




Kebersamaan guru BK 








Supervisi BK








Pembimbingan kegiatan siswa 
















Kegiatan paguyuban kelas bersama orang tua siswa







Mendampingi mahasiswa PPL




Foto diruangan bersama Guru BK setelah upacara peringatan hari Kesadaran Nasional

















PENTINGNYA NILAI-NILAI BUDAYA


Apa itu Budaya?
Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah.  Ia merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal), yang biasa diartikan, sesuatu yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Dalam bahasa Arab, budaya  disebut “tsaqafah” atau “hadharah” yang artinya  peradaban.  Sedang dalam bahasa Inggris, disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan.
Kebudayaan adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang, yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Ia terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaianbangunan, dan karya seni.
Menurut Bennabi, culture atau kebudayaan adalah  sebuah konsep yang telah mulai dipakai oleh para pemikir renaisans dengan makna yang luas mencakup semua hasil atau bentukan pemikiran atau kecerdasan manusia. Sedang pengertian peradaban (hadharah) adalah sekumpulan konsep tentang kehidupan. Peradaban bisa berupa peradaban spiritual ketuhanan (ilahiyah),  dan peradaban buatan manusia (wadl’iyyah basyariyyah).
Peradaban spiritual ilahiyah lahir dari sebuah aqidah   seperti peradaban Islam yang lahir dari Aqidah Islamiyah. Sedangkan peradaban buatan manusia bisa lahir dari sebuah ideologi, seperti peradaban kapitalis Barat, yang merupakan sekumpulan konsep tentang kehidupan yang muncul dari ideologi sekularis (pemisahan agama dari kehidupan). Peradaban buatan
manusia bisa pula tidak lahir dari sebuah ideologi misalnya peradaban Shinto, Yunani, Babilonia, dan Mesir.
Kebudayaan mempunyai fungsi yang sangat besar bagi manusia dan masyarakat. Kebudayaan mengatur agar manusia dapat mengerti bagaimana seharusnya bertindak, berbuat, menentukan sikapnya kalau mereka berhubungan dengan orang lain. Apabila manusia hidup sendiri, maka tak akan ada manusia lain yang merasa terganggu oleh tindak-tindakanya. 
Indonesia adalah negara kepulauan yg dimana memiliki wilayah wilayah yg terbentang sangat luas,tidak hanya wilayahnya yg luas,indonesia sendiri memiliki keaneka ragaman hayati dan nabati,dengan berbagai ragam kebudayaan,adat istiadat,serta ciri khas nya masing masing.dengan ini membuat indonesia memiliki daya tarik tersendiri bagi warga negara lain.kebudayaan memiliki sifat yg bermacam macam,yg berlandas keluruhuran budi,karna kebudayaan selalu bersifat tertib,berfaedah,serta memiliki rasa damai,ketenangan.
Betapa sangat berharganya nilai suatu kebudayaan bagi rakyat indonesia,namun faktanya di zaman yg serba modern ini,zaman dimana segala tekhnologi telah berkembang dan maju,membuat nilai kebudayaan bagi generasi penerus bangsa disepelekan karna sejak kecil mereka telah dipengaruhi kebudayaan luar sehingga mereka tidak tau arti nilai kebudayaan itu sendiri,baik itu faktor pergaulan,orang tua,serta lingkungan
Nilai-nilai Budaya Indonesia
Menurut Wikipedia Ensiklopedia Bebas bahwa nilai-nilai budaya merupakan nilai- nilai yang disepakati dan tertanam dalam masyarakat Indonesia, baik dalam lingkup organisasi, lingkungan masyarakat, yang mengakar pada suatu kebiasaan, kepercayaan (believe), simbol-simbol, dengan karakteristik tertentu yang dapat dibedakan satu dan lainnya sebagai acuan prilaku dan tanggapan atas apa yang akan terjadi atau sedang terjadi.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa nilai-nilai budaya akan tampak pada simbol-simbol, slogan, moto, visi misi, atau sesuatu yang nampak sebagai acuan pokok moto suatu lingkungan atau organisasi.
Ada tiga hal yang terkait dengan nilai-nilai budaya yaitu :
1.      Simbol-simbol, slogan atau yang lainnya yang kelihatan kasat mata (jelas)
2.      Sikap, tindak laku, gerak gerik yang muncul akibat slogan, moto tersebut
3.      Kepercayaan yang tertanam (believe system) yang mengakar dan menjadi kerangka acuan dalam bertindak dan berperilaku (tidak terlihat).
Pada zaman yg semakin maju ini membuat pola pikir manusia mengalami beberapa perubahan,yg membuat anak anak generasi muda berpendapat bahwa kebudayaan tak lagi memiliki nilai yg begitu menarik,hal ini di karenakan beberaoa faktor diantaranhya faktor kurangnya rasa menvcintai kebudayaan,anak anak penerus bangsa yg tidak tahu bagaimana menjaga serta melestarikan budayanya,dan kebudayan kebudayaan barat yg mengacu pola pikir anak anak penerus generasi bangsa.
Kebudayaan merupakan jati diri negara,ciri khas negara,dan merupakan suatu keistimewaan,oleh karena itu pentingnya menjaga nilai kebudayaan serta menjaga kelestariannya dikarenakan kebudayaan merupakan cerminan kebiasaan yg telah sepatutnya bagi diri kita untuk menjaga serta melestarikan nulai suatu kebudayaan tersebut,agar anak cucu kita nanti dapat mempelajari,memahami,dantak kan terkecoh atau terbawa arus kebudayaan asing.terlepas dari sadar maupun tidak sadar bahwasannya kebudayaan memang sangatlah penting dan memiliki nilai yg begitu tinggi.berbagai pengelolah budaya telah dilakukan agar warisan bangsa yg sangat berharga ini tetap terjaga dan agar tidak dapat digantikan oleh budaya asing yg masuk. Kita sebagai anak anak calon penerus bangsa telah sepantasnya melestarikan budaya yg ada di daerah kita agar kebudayaan tersebut tak hilang termakan zaman.betapa berharganya nilai suatu kebudayaan terlebih di indonesia memiliki bermacam macam suku,adat istiadat dan lain lain.


MENGHARGAI PERBEDAAN DAN KEUNIKAN ORANG LAIN


Kita hidup dalam negara yang penuh keragaman, baik dari suku, agama, maupun budaya. Untuk hidup damai dan berdampingan, tentu dibutuhkan toleransi satu sama lain. Toleransi adalah perilaku terbuka dan menghargai segala perbedaan yang ada dengan sesama. Biasanya orang bertoleransi terhadap perbedaan kebudayaan dan agama. Namun, konsep toleransi ini juga bisa diaplikasikan untuk perbedaan jenis kelamin, anakanak dengan gangguan fisik maupun intelektual dan perbedaan lainnya.
Toleransi juga berarti menghormati dan belajar dari orang lain, menghargai perbedaan, menjembatani kesenjangan budaya, menolak stereotip yang tidak adil, sehingga tercapai kesamaan sikap dan Toleransi juga adalah istilah dalam konteks sosial, budaya dan agama yang berarti sikap dan perbuatan yang melarang adanya diskriminasi terhadap kelompok-kelompok yang berbeda atau tidak dapat diterima oleh mayoritas dalam suatu masyarakat. Contohnya adalah toleransi beragama, dimana penganut mayoritas dalam suatu masyarakat mengizinkan keberadaan agama-agama lainnya.Istilah toleransi juga digunakan dengan menggunakan definisi "kelompok" yang lebih luas, misalnya partai politik, orientasi seksual, dan lain-lain
Ada tiga macam sikap toleransi, yaitu:

a.       Negatif : Isi ajaran dan penganutnya tidak dihargai. Isi ajaran dan penganutnya hanya dibiarkan saja karena dalam keadaan terpaksa.
Contoh : PKI atau orang-orang yang beraliran komunis di Indonesia pada zaman Indonesia baru merdeka.
b.      Positif : Isi ajaran ditolak, tetapi penganutnya diterima serta dihargai.
Contoh : Anda beragama Islam wajib hukumnya menolak ajaran agama lain didasari oleh keyakinan pada ajaran agama Anda, tetapi penganutnya atau manusianya Anda hargai.
c.       Ekumenis : Isi ajaran serta penganutnya dihargai, karena dalam ajaran mereka itu terdapat unsur-unsur kebenaran yang berguna untuk memperdalam pendirian dan kepercayaan sendiri.
Contoh :  Anda dengan teman Anda sama-sama beragama Islam atau Kristen tetapi
berbeda aliran atau paham.
Marilah kita renungkan dan amati suasana peri kehidupan bangsa Indonesia. Kita harus merasa bangga akan tanah air kita dan juga kita harus bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kita telah dikaruniai tanah air yang indah dengan aneka ragam kekayaan alam yang berlimpah ditambah lagi beraneka ragam suku, ras, adat istiadat, budaya, bahasa, serta agama dan lain-lainnya. Kondisi bangsa Indonesia yang pluralistis menimbulkan permasalahan tersendiri, seperti masalah Agama, paham separatisme, tawuran ataupun kesenjangan sosial.
Dalam kehidupan masyarakat Indonesia, kerukunan hidup antar umat beragama harus selalu dijaga dan dibina. Kita tidak ingin bangsa Indonesia terpecah belah saling bermusuhan satu sama lain karena masalah agama.Toleransi antar umat beragama bila kita bina dengan baik akan dapat menumbuhkan sikap hormat menghormati antar pemeluk agama sehingga tercipta suasana yang tenang, damai dan tenteram dalam kehidupan beragama termasuk dalam melaksanakan ibadat sesuai dengan agama dan keyakinannya Melalui toleransi diharapkan terwujud ketenangan, ketertiban serta keaktifan menjalankan ibadah menurut agama dan keyakinan masing-masing. Dengan sikap saling menghargai dan saling menghormati itu akan terbina peri kehidupan yang rukun, tertib, dan damai.

Contoh pelaksanaan toleransi antara umat beragama dapat kita lihat seperti:

1.      Membangun jembatan,
2.      Memperbaiki tempat-tempat umum,
3.      Membantu orang yang kena musibah banjir,
4.      Membantu korban kecelakaan lalu-lintas.
Jadi, bentuk kerjasama ini harus kita wujudkan dalam kegiatan yang bersifat sosial kemasyarakatan dan tidak menyinggung keyakinan agama masing-masing. Kita sebagai umat beragama berkewajiban menahan diri untuk tidak menyinggung perasaan umat beragama yang lain. Hidup rukun dan bertoleransi tidak berarti bahwa agama yang satu dan agama yang lainnya dicampuradukkan. Jadi sekali lagi melalui toleransi ini diharapkan terwujud ketenangan, ketertiban, serta keaktifan menjalankan ibadah menurut agama dan keyakinan masing-masing. Dengan sikap saling menghargai dan saling menghormati itu, akan terbina peri kehidupan yang rukun, tertib, dan damai. Dalam kehidupan sehari-hari Anda, apakah contoh-contoh toleransi antar umat beragama seperti diuraikan di atas telah Anda lakukan? Jika Anda telah melakukannya berarti Anda telah berperilaku toleran dan saling menghargai. Tetapi jika Anda tidak melakukannya berarti Anda tidak toleran dan tidak saling menghargai. Sikap seperti itu harus dijauhi.
Toleransi dalam berbagai kehidupan
Dunia sekarang sedang  diuji oleh kelaparan dan kemiskinan dari satu segi dan di segi lain dengan penghamburan kekayaan dan kesombongan. Banyak manusia saat ini sudah lupa akan peristiwa sejarah masa lalu yang kelam, dunia dirusak oleh manusia-manusia yang serakah. Contoh seperti Perang Dunia I, Perang Dunia II. Pada tanggal 11 September 2001, dunia dikejutkan kembali oleh sebuah peristiwa yang sangat bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan hak asasi manusia, yaitu peristiwa pemboman gedung WTC di Amerika. Tetapi yang anehnya lagi sungguh suatu perbuatan yang tidak berperi kemanusiaan yaitu negara
Amerika beserta sekutunya menyerang Afganistan yang banyak menelan korban penduduk sipil tak berdosa. Lalu bagaimana dengan negeri kita Indonesia? Masihkah Anda ingat yaitu peristiwa yang memalukan bangsa kita, yang seharusnya tidak perlu terjadi. Negara dan bangsa Indonesia pernah digoncang oleh perpecahan yang berawal dari kemajemukan masyarakat.
Di dalam kemajemukan itu ada kelompok-kelompok tertentu yang mau memisahkan diri dari negara kesatuan. Konflik-konflik tersebut dapat terjadi karena satu faktor perbedaan, misalnya faktor agama. Namun tidak jarang perpecahan itu disebabkan oleh beberapa faktor secara bersama, misalnya kerusuhan ras yang ditunjang oleh perbedaan kondisi ekonomi, agama, dan budaya.
Cobalah Anda renungkan mengapa terjadi peristiwa perkelahian, tawuran bahkan permusuhan antar etnis di negeri kita. Contoh di Aceh, peristiwa di Sampit, Sambas, Ambon dan lain-lainnya yang kalau ditulis sungguh memalukan dan memilukan hati dan perasaan kita. Dari contoh peristiwa yang tidak semuanya disebutkan itu, bagaimana menurut pendapat Anda? Pasti Anda tidak menghendaki peristiwa itu terjadi bukan? Karena peristiwa itu apapun alasannya yang pasti akan menghancurkan masa depan anak-anak bangsa, martabat serta harga diri bangsa. Kita tidak ingin bangsa Indonesia terpecah-pecah saling bermusuhan satu sama lain karena masalah agama. Kita ingin hidup tertib, aman, dan damai, saling menghormati dan saling menghargai agama dan keyakinan masing-masing. Untuk itu kita harus dapat menciptakan kehidupan umat beragama yang serasi, selaras, dan seimbang, sebagai umat beragama, sebagai masyarakat maupun warga negara.
Di era reformasi menuju Indonesia baru mari kita berupaya semakin meningkatkan kualitas hidup. Salah satunya adalah bagaimana seharusnya kita bina atau menjalin hubungan toleransi dengan benar. Kita perlu dan wajib membina dan menjalin kehidupan yang penuh dengan toleransi. Apalagi kita sebagai manusia, secara kodrat tidak bisa hidup sendiri. Hal ini berarti seseorang tidak hidup sendirian, tetapi ia berteman, bertetangga, bahkan ajaran agama mengatakan kita tidak boleh membedakan warna kulit, ras, dan golongan. Sikap dan perilaku toleransi dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, di manapun kita berada, baik di lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, lingkungan masyarakat, bahkan berbangsa dan bernegara.

Contoh-contoh pengamalan toleransi dalam berbagai aspek kehidupan.

Dalam Kehidupan Sekolah
Sama halnya dengan kehidupan keluarga. Kehidupan sekolah pun dibutuhkan adanya toleransi baik antara kepala sekolah dengan guru, guru dengan guru, kepala sekolah dengan murid, guru dengan murid maupun murid dengan murid. Toleransi tersebut dibutuhkan untuk terciptanya proses pembelajaran yang kondusif, sehingga tujuan dari pendidikan persekolahan dapat tercapai.
Adapun contoh-contoh toleransi dalam kehidupan sekolah antara lain:
a)      Mematuhi tata tertib sekolah.
b)      Saling menyayangi dan menghormati sesama pelajar.
c)      Berkata yang sopan, tidak berbicara kotor, atau menyinggung perasaan orang lain.
Dalam Kehidupan di Masyarakat
Cobalah Anda renungkan dan Anda sadari mengapa terjadi peristiwa seperti tawuran antar pelajar di kota-kota besar, tawuran antar warga, peristiwa atau pertikaian antar agama dan antar etnis dan lain sebagainya. Peristiwa-peristiwa tersebut merupakan cerminan dari kurangnya toleransi dalam kehidupan bermasyarakat. Jadi toleransi dalam kehidupan di masyarakat antara lain, yaitu:
a. Adanya sikap saling menghormati dan menghargai antara pemeluk agama.
b. Tidak membeda-bedakan suku, ras atau golongan.

Dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara
Kehidupan berbangsa dan bernegara pada hakikatnya merupakan kehidupan masyarakat bangsa. Di dalamnya terdapat kehidupan berbagai macam pemeluk agama dan penganut kepercayaan yang berbeda-beda. Demikian pula di dalamnya terdapat berbagai kehidupan antar suku bangsa yang berbeda. Namun demikian perbedaan-perbedaan kehidupan tersebut tidak menjadikan bangsa ini tercerai-berai, akan tetapi justru menjadi kemajemukan kehidupan sebagai suatu bangsa dan Negara Indonesia. Oleh karena itu kehidupan tersebut perlu tetap dipelihara agar tidak terjadi disintegrasi bangsa.
Adapun toleransi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara antara lain:
a. Merasa senasib sepenanggungan.
b. Menciptakan persatuan dan kesatuan, rasa kebangsaan atau nasionalisme.
c. Mengakui dan menghargai hak asasi manusia.

Manusia adalah insan sosial. Dengan demikian ia tidak bisa berdiri sendiri, satusama lainnya saling membutuhkan. Manusia yang satu dengan lainnya mempunyai corak yang berbeda, kendati demikian kedua-duanya mempunyai kepentingan yang sama dalam menjalani kehidupannya. Dalam mengejar kepentingan ada norma atau etika manusia sebagai makhluk yang berbudaya. Contohnya manusia bergaul dengan sesamanya. Manusia harus bergaul, sebab pergaulan amat penting dan dibutuhkan, tanpa ini manusia belum lengkap menjalankan kehidupannya. Dengan lain perkataan manusia tidak dapat hidup sendiri tetapi manusia harus bersatu. Pada uraian berikut ini saya akan menjelaskan kepada Anda apa yang seharusnya kita lakukan atau perbuat jika kita mengunjungi teman yang sedang sakit. Saya yakin Anda pasti sudah mengetahui bagaimana cara menjenguk orang sakit, dan apa yang harus dilakukan ketika menjenguk teman yang sedang sakit. Bila ada teman yang sedang sakit, sebaiknya yang Anda lakukan adalah:
1.      Meluangkan waktu untuk menjenguknya, apalagi kalau kenal dengan anggota keluarga yang lain. Sebab suasana itu akan membantu serta menghibur mereka.
2.      Sewaktu Anda menjenguk teman yang sedang sakit, ada kemungkinan akan bertemu dengan kenalan yang sudah lama tidak saling bertemu. Seandainya ini terjadi, Anda harus tetap sadar dan dapat menahan diri. Jangan sampai pertemuan Anda dengan teman Anda sampai menciptakan kesan terlalu berisik atau gembira. Sebabnya mungkin teman Anda sakitnya parah atau koma. Ciptakanlah suasana yang tenang.
3.      Hiburlah dengan kata-kata yang halus dan lembut. Berusahalah agar jangan ikut menangis, apalagi meratap. Bila keluarga yang bersangkutan tidak dapat menghentikan tangisnya, biarkan mereka menangis tapi ingatkan jangan sampai meratap.
4.      Jika tidak datang atau ingin mengucapkan sesuatu dengan kata-kata, jangan Anda menulis atau mengucapkan kata “Selamat”. Contoh “Selamat Berduka”. Seharusnya yang kita ucapkan adalah “Turut bersedih”, mudah-mudahan lekas sembuh. Tetapi teman yang sakit akhirnya meninggal dunia, maka ucapkanlah kata “Turut berdukacita”. Itu tandanya Anda turut merasakan kesedihan yang sedang diderita orang itu bukan malah mengucapkan selamat.
5.      Seandainya menurut kebiasaan atau budaya Anda bila menjenguk teman sakit tidak pantas kalau tidak membawa sesuatu, misalkan buah-buahan atau apa saja, boleh dibawa atau diberikan sepanjang tidak merugikan atau merepotkan Anda. Yang paling penting adalah kerelaan atau keikhlasannya.



Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More